Total Pageviews

Thursday, December 20, 2018

BISAKAH SUAMI DAN ISTRI BERTUKAR PERAN KEHIDUPAN?


Membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan serba berkecukupan merupakan impian bagi kebanyakan orang. Tidak lah mudah bagi seorang suami untuk mewujudkannya, apalagi jika hanya suami yang bekerja.

Di era modern ini, sudah tak jarang seorang istri dan sekaligus ibu dari anaknya yang turut membantu dalam mencari rezeki untuk keluarganya.

Menafkahi keluarga merupakan suatu kewajiban bagi seorang suami, istri sudah sejatinya tinggal di rumah mengurus anak dan keluarga. Suami lah yang wajib menjemput rezeki dari Allah untuk mencukupi kebutuhan keluarganya.

Apabila kita bisa bertukar peran dengan istri, mungkin banyak suami yang ingin melakukannya,

Kenapa?
Sebagian istri di luar sana, banyak yang memikirkan bahwa, senangnya menjadi seorang suami pekerja kantoran, yang memiliki banyak teman, pegang uang sendiri, hidup ga monoton, berangkat kerja pagi pulang sore, sampai rumah sudah disambut istri dan anak, makan malam sudah disiapkan oleh sang istri.

Banyak istri yang tidak mengerti, bahwa beban berat yang diemban oleh seorang suami yang bekerja di kantor, yang harus mencapai target pekerjaan, dimarahin boss, harus berangkat pagi-pagi, panas-panasan dijalan untuk kejar target, pulang kadang larut malam, makan siang pun pilih yang paling murah, mungkin sering juga sengaja menahan lapar dan tidak makan siang agar bisa menyisihkan sebagian uang, mengesampingkan keinginan pribadi yang ingin dibeli dan mengutamakan kebutuhan keluarga, harus menjaga mood apabila di kantor habis dimarahi boss, dan masih banyak hal lain yang tidak menyenangkan ketika bekerja.

Sejatinya, tidak ada suami yang ingin mengajak hidup susah dengan keluarga.

Kebanyakan seorang bapak, ingin memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya. Apapun akan ia lakukan demi membahagiakan anak dan istri tercinta yang penting halal.
Kadang saya suka sedih ngelihat seorang istri di luar sana suka mengeluh dengan hasil jerih payah suamiya, dan masih merasa kurang akan nafkah yang diberikan oleh suaminya.
Semoga semua yang membaca tulisan ini, selalu diberikan sifat qona’ah (merasa cukup) atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Amiiin

No comments:

Post a Comment

BISAKAH SUAMI DAN ISTRI BERTUKAR PERAN KEHIDUPAN?

Membangun sebuah rumah tangga yang harmonis, bahagia, dan serba berkecukupan merupakan impian bagi kebanyakan orang. Tidak lah mudah bagi ...