Membangun sebuah rumah tangga yang
harmonis, bahagia, dan serba berkecukupan merupakan impian bagi kebanyakan
orang. Tidak lah mudah bagi seorang suami untuk mewujudkannya, apalagi jika hanya
suami yang bekerja.
Di era modern ini, sudah tak jarang seorang
istri dan sekaligus ibu dari anaknya yang turut membantu dalam mencari rezeki
untuk keluarganya.
Menafkahi keluarga merupakan suatu
kewajiban bagi seorang suami, istri sudah sejatinya tinggal di rumah mengurus
anak dan keluarga. Suami lah yang wajib menjemput rezeki dari Allah untuk mencukupi
kebutuhan keluarganya.
Apabila kita bisa bertukar peran dengan
istri, mungkin banyak suami yang ingin melakukannya,
Kenapa?
Sebagian istri di luar sana, banyak yang memikirkan bahwa, senangnya menjadi seorang suami pekerja kantoran, yang memiliki banyak teman, pegang uang sendiri, hidup ga monoton, berangkat kerja pagi pulang sore, sampai rumah sudah disambut istri dan anak, makan malam sudah disiapkan oleh sang istri.
Sebagian istri di luar sana, banyak yang memikirkan bahwa, senangnya menjadi seorang suami pekerja kantoran, yang memiliki banyak teman, pegang uang sendiri, hidup ga monoton, berangkat kerja pagi pulang sore, sampai rumah sudah disambut istri dan anak, makan malam sudah disiapkan oleh sang istri.
Banyak istri yang tidak mengerti,
bahwa beban berat yang diemban oleh seorang suami yang bekerja di kantor, yang
harus mencapai target pekerjaan, dimarahin boss, harus berangkat pagi-pagi, panas-panasan
dijalan untuk kejar target, pulang kadang larut malam, makan siang pun pilih yang
paling murah, mungkin sering juga sengaja menahan lapar dan tidak makan siang
agar bisa menyisihkan sebagian uang, mengesampingkan keinginan pribadi yang ingin
dibeli dan mengutamakan kebutuhan keluarga, harus menjaga mood apabila di
kantor habis dimarahi boss, dan masih banyak hal lain yang tidak menyenangkan ketika
bekerja.
Sejatinya, tidak ada suami yang ingin
mengajak hidup susah dengan keluarga.
Kebanyakan seorang bapak, ingin
memberikan yang terbaik untuk anak dan istrinya. Apapun akan ia lakukan demi
membahagiakan anak dan istri tercinta yang penting halal.
Kadang saya suka sedih ngelihat
seorang istri di luar sana suka mengeluh dengan hasil jerih payah suamiya, dan
masih merasa kurang akan nafkah yang diberikan oleh suaminya.
Semoga semua yang membaca tulisan ini,
selalu diberikan sifat qona’ah
(merasa cukup) atas semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Amiiin